TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN

Radio JIC / March 9, 2017

RadioJIC – Ta’awun dalam bahasa Indonesia adalah saling tolong menolong. Di samping menjalin hubungan baik dengan Allah SWT yang sering diungkap dengan hablum minallah tapi juga ada hablum minannas yang baik yaitu dengan saling tolong menolong antara sesama.

Disadari atau tidak, manusia adalah mahluk sosial yang tidak bisa hidup sempurna seorang diri, tapi manusia membutuhkan orang lain. Saat membutuhkan yang lain harus memiliki rasa kepedulian untuk menolong sesama dan ini merupakan kompensasi yang tidak hanya nilai dunia belaka tetapi dibalik itu akan mendapatkan kompensasi pahala dari Allah SWT.

Merujuk ke salah satu ayat al-Qur’an surat al-Maidah ayat 2 “Dan tolong menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah  sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.”

Ketika seseorang  membutuhkan sesuatu dalam koridor yang dibenarkan secara agama maka saudaranya berkewajiban untuk menolong dan juga tolong menolong dalam takwa. Ketakwaan seseorang tidak akan mencapai tingkat yang tinggi kecuali di dalamnya ada kesertaan dari yang lain.

Misalnya halilullah kekasih Allah, Nabi Ibrahim AS, beliau menjadi orang yang dicintai oleh Allah SWT maka ada kesertaan yang ikut memotivasi dan memberikan dukungan yaitu istrinya, Siti Hajar serta kesertaan anaknya, Nabi Ismail AS. Sehingga idealnya kehadiran seorang ayah yang bertakwa dan kebaikannya terbantu oleh anak-anaknya. Dan juga sebaliknya kebaikan sang isteri itu juga dipengaruhi oleh kebaikan dari suami dan puteranya sehingga Islam mengajarkan saling tolong menolong dalam kebaikan dan takwa.

Membantu orang lain untuk menuju takwanya merupakan bagian dari ta’awun (tolong menolong) di dalam kehidupan seorang muslim. Namun Allah melarang tolong menolong dalam kemaksiatan.

Berkaitan dengan ta’awun atau saling tolong menolong, ada sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Anas bin Malik, dia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Tolong saudaramu, baik saudaramu yang dzalim maupun yang didzalimi.” Kata para sahabat, “Ya Rasulullah kami dapat memahami dan dapat menolong orang yang didzalimi. Lalu bagaimana  cara menolong saudara yang dzalim?”

Rasul berkata, “cegah dan larang dia melakukan kedzaliman, demikian cara menolongnya.” Ini adalah salah satu contoh yang diungkapkan oleh Rasulullah begitu banyak hal menyangkut tolong menolong, maka Rasulullah menjelaskan sehingga orang yang dzalim pun harus ditolong. Dengan mencegah saudara kita melakukan kedzaliman hakikatnya kita telah menolongnya tapi apabila dibiarkan melakukan dosa dan kemaksiatan maka sebenarnya ia telah mempersiapkan dirinya masuk kedalam neraka, pada saat ada orang yang melarangnya maka orang yang melarang itu telah menyelamatkan saudaranya dari api neraka.

Sumber: Program On air Radio JIC_Addinu Nashihah

 

 

Related Post

Tags: , ,



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *